Minggu, 06 November 2011

Musik Asia

A.   Musik Cina

1.    Perkembangan Musik
Bangsa Cina memiliki kekayaan budaya musikal yang telah tumbuh dan berkembang sejak dulu. Pada tahun 1999 ditemukan sulig jiahu, instrumen musik tertua di dunia yang terbuat dari tulang yang dibuat kira-kira pada tahun 7000 tahun SM. Contoh lainnya adalah sebuah koleksi lonceng, drum, alat musik tiup, dan alat musik dawai dari perunggu pada makam bangsawan Yi dari Zeng (abad 5 SM).
Bangsa Cina mempercayai suatu tradisi bahwa bunti suatu nada yang harmonis merupakan keselarasan alam semesta. Selama lebih dari 2000 tahun Cina dikuasai oleh pengajaran ahli filsafat Confusius yang percaya bahwa musik merupakan gambaran sosial budaya masyarakat dan peribadatan suatu agama yang dianut. Mereka beranggapan bahwa musik adalah suatu totalitas kegiatan terpelajar, meliputi berpikir, bertindak, dan mengatur. Oleh karena itu, musik merupakan suatu syarat mutlak yang harus dipenuhi seseorang yang terpelajar untuk berfungsi dengan baik di dalam masyarakat.
Sekitar abad ke-19 tradisi musik Cina mulai terpengaruh tradisi musik Eropa. Mereka mulai diperkenalkan instrumen musik Barat, orkes simfoni, dan konser opera Barat. Berbagai gedung pertunjukkan mulai tumbuh di Cina. Sehingga masuklah bangsa Cina dalam modernisasi musik. Saat ini, musik tradisional Cina dimainkan seiring dengan komposisi modern. Musik kontemporer populer Cina merupakan hasil perpaduan musik tradisional Cina dengan musik populer.

2.    Ragam Musik
Menurut perkembangannya, musik Cina dapat dikelompok kan menjadi dua, yaitu musik tradisional dan musik modern.
a.    Musik Tradisional
Musik tradisional Cina secara mayoritas mempergunakan bahasa Cina, meliputi nyanyian rakyat, nyanyian bercerita, dan opera. Terdapat lebih dari 400 opera lokal dan 300 nyanyian bercerita yang dipengaruhi oleh budaya lokal. Berbagai ragam musik tradisional kerakyatan, seperti nyanyian kepahlawanan, cinta, kerja, anak-anak, dan religius menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terintregasi ke dalam aktivitas sosial, seperti pernikahan, pemakaman, pemujaaan, upacara religius, festival, dan perayaan lainnya.

b.    Musik Modern
Pada permulaan abad ke-19, pengaruh musik Eropa mulai masuk, Western Style Conversations, didirikan pada tahun 1920, dengan tujuan untuk melestarikan musik Cina dan musik Eropa. Mereka menyediakan program musik Cina dan Bara baik tradisional maupun modern, dengan memadukan instrumen musik, teknik bernyanyi, gaya tradisional, dan estetika ke dalam harmoni dan orkestrasi. Musik Cina modern tetap menjaga karakteristik bangsa Cina dengan mempertahankan instrumen tradisional mereka ke dalam permainan musiknya.

3.    Sistem Nada
Menurut teori musik Cina (kira-kira 2700 SM) satu oktaf dibagi menjadi 12 nada, tetapi dalam permainan musiknya menggunakan 5 nada yang disebut pentatonik (penta = 5, tonik/tone = nada).

4.    Instrumen Musik
Instrumen tradisional musik Cina di antaranya adalah :
a.    Organ mulut (sheng)
b.    Flute (dizi, ti tzu, tche)
c.    Kecapi berleher lurus (che, p’ip’a, yuch ch’in, dan san hsien)
d.    Sitar panjang (ch’in, zheng, se)
e.    Perkusi, seperti lonceng (qin), drum (gu), gong (luo), dan bel (zhong)
Instrumen modern musik Cina pada umumnya merupakan hasil kontak budaya Cina dengan Asia Tengah, India, dan Eropa. Contohnya : yangqin, bili, suona, kecapi berleher bengkok (p’ip’a), dan berbagai jenis biola (erhu-yang terkenal-, jinghu, gaohu, banhu).

B.   Musik Jepang
1.    Perkembangan Musik
Musik Jepang pada zaman dahulu sangat terpengaruh
perkembangan musik dari daratan Cina dan Semenanjung Korea, tetapi lama kelamaan mempunyai sifat dan ciri tersendiri. Ragam musiknya banyak digunakan di kuil-kuil, untuk memuja dewa, di istana, dan untuk hiburan sosial.
Orkes gagaku (musik Jepag masa lampau) telah ada sejak abad ke-8. Orkes gagaku terdiri atas 17 musisi yang bermain instrumen tiup kayu, petik, dan perkusi. Instrumen tiup meliputi flute (ryuteki), oboe (hichiriki), dan harmonika mulut (sho). Instrumen petik terdiri atas kecapi bengkok (biwa) dan drum besar (taiko).
Sekitar abad ke-15 musik instrumen tunggal, shamisen dan koto menjadi populer khususnya untuk memberikan iringan lagu dan drama musik. Perkembangan musik drama mencapai keemasannya pada abd ke-17, dengan format kabuki dari musik teater tradisional Jepang.
Adanya restorasi Meiji pada pertengahan abad ke-18 membuat pengaruh Barat mulai masuk dalam perkembangan musik Jepang. Banyak format musik tradisional Jepang dikembangkan berdasarkan format musik barat, sehingga Jepang telah memasuki perkemabgan musik modern.

2.    Ragam Musik
Musik Jepang dapat dikategorikan dalam dua kategori, yaitu:
a.    Musik Tradisional
Musik tadisional Jepang pada umumnya berbentuk musik festival religius, nyanyian bekerja, dan pengiring tarian. Pertunjukan rakyat, seperti tarian bertopeng, teater rakyat dan tarian rakyat merupakan bagian tak terpisahkan dalam musik tradisional.
b.    Musik Modern
Musik modern Jepang dimulai pada tahun 1867, setelah Mutsuhito Meiji menjadi kaisar Jepang. Satu guru yang bertanggung jawab untuk mengenalkan gaya musik Eropa adalah Suzuki Shin’Ichi. Beliau menemukan metode pengajaran biola untuk anak-anak yang diadopsi dari sekolah musik di Amerika Serikat.

3.    Sistem Nada
Tangga nada yang digunakan dalam bermain musik adalah tangga nada pentatonik. Susunan nada-nada yang dipergunakan adalah d’ ; f’ ; g’ ; a’ ; b’.

4.    Instrumen Musik
Instrumen musik yang dipakai dalam musik Jepang di antaranya:
a.    Lute pengiring (heikebiwa)
b.    Perkusi (shoko, ko tsuzumi, o tsuzumi, dan taiko)
c.    Harmonika mulut (sho)
d.    Flute (ryuteki, nokan, shakuhachi)
e.    Kecapi (shamisen, koto, biwa)
f.      Oboe (hichiriki)

C.  Musik India
1.    Perkembangan Musik
Perkembangan musik India dimulai kira-kira semenjak

abad ke-2 SM. Bangsa Arya yang bermigrasi ke India mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan musik di India. Musik bagi bangsa India mempunyai arti tersendiri, yang sangat besar pengaruhnya pada magis, religius, kesusasteraan, ilmu, dan seni lainnya. Musik India adalah suatu mozaik dari gaya yang berbeda dan mencerminkan tingkat sosial yang berbeda pula. Musik klasik banyak dipertunjukkan di kota-kota untuk pertimbangan artistik. Sedangkan musik rakyat banyak ditampilkan di pedesaan menemani jalan kehidupan dan upacara agrikultur.

2.    Ragam Musik
a.    Musik Klasik
Musik klasik India dapat diketahui dari dokumen Natya Shastra, suatu risalah drama berbahasa Sansekerta yang ditulis kira-kira abad ke- SM. Terdapat 2 tradisi klasik, yaitu Hindustani di India Utara dan Karnatik di India Selatan. Pembedaan tradisi ini terjadi mulai abad ke-16 sebagai hasil pengaruh orang Islam di India Utara.
b.    Musik Rakyat dan Populer
Sekitar 75% populasi India hidup di desa. Di sini tradisi tetap bertahan dan banyak orang terbebas dari pengaruh nyanyian modern. Mereka menikmati dan bermain musik dari daftar lagu-lagu yang mandiri. Nyanyian para wanita banyak digunakan pada acara pernikahan, kelahiran bayi, festival agrikultur, dan aktifitas rumah tangga. Nyanyian laki-laki sering diiringi dengn instrumen perkusi dan   berhubungan dengan praktik yang bersifat kebaktian, festival tertentu, dan bekerja. Khusus musisi daerah, kebanyakan melaksanakan pertunjukan untuk upacara agama, kebaktian, pendidikan, dan pertunjukan. Yang termasuk mereka ini di antaranya para imam, penghibur, tukang cerita, dan rombongan teater.
Peran penghibur lama-kelamaan terkikis oleh adanya film musik, yang sangat berpengaruh pada perkembangan musik di Inida. Terutama film-film musik yang didukung oleh orkes studio besar yang memanfaatkan musik klasik, musik rakyat, dan instrumen Barat. Ini membuat musik dari film (soundtrack) tersebut menjadi musik populer.

3.    Sistem Nada
Semenjak abad ke-19 musik India memiliki susunan tangga nada yang tetap. Dalam satu oktaf telah ditetapkan terbagi menjadi 22 syruti (interval) yang tidak sama. Deretan nada pokok ada dua, yakni sa-grama, dan me-grama. Masing-masing deretan nada pokok tersebut mempunyai tujuh nada, yaitu: sa-ri-ga-ma-pa-da-ni, yang dapat dinaikkan atau diturunkan dengan berbagai cara.

4.    Instrumen Musik
Instrumen musik India terbagi dalam dua kelompok, yaitu instrumen pembawa melodi/lagu utama dan instrumen pengiring. Contoh instrumen pembawa melodi utama adalah kecapi, sitar, sarod (India Utara), veena, flute horizontal (barisri), flute double reed (shahnai), dan nagasvaram.

Contoh instrumen pengiring adalah tambura (kecapi berleher panjang), mridangam (drum dua sisi), kanjira (drum bingkai kecil), ghatam (seperti pot dari tanah liat), tabla (ketel drum), dan pakhavaja (drum dua sisi).

D.  Musik Arab
1.    Perkembangan Musik
Musik tradisi Arab diyakini telah ada sejak abad ke-3. Budaya musiknya merupakan perpaduan dari tradisi musik dinasti Sassanid di Persia (224-641), tradisi musik awal kerajaan Byzantium (awal abad ke-4 sampai abad ke-6), dan nyanyian religi dari daerah Semenanjung Arab.
Berbagai tulisan musik (partitur) baru ditemukan setelah berkembangnya agama Islam di Arab, yakni sejak masa dinasti Umayyah pada abad ke-7. Puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (766-809) di Bagdad, Irak. Beliau dikenal sebagai pelindung seni musik tradisi Arab. Ahli teori musik yang terkenal adalah Al-Farabi (900-950) dan Avicena (980-1037).
Musik bagi bangsa Arab erat hubungannya dengan magis dan falakiah. Meskipun tradisi musik Arab telah mengalami perubahan beribu-ribu tahun lamanya, mereka tetap memiliki ciri khas tersendiri dalam format musiknya.

2.    Ragam Musik
a.    Nyanyian Religi
Menurut sejarahnya, corak musik Arab erat hubungannya dengan nyanyian ayat-ayat suci dalam Al-Quran. Dalam hal ini, nyanyian tersebut merupakan isi dari firman Tuhan yang dilantunkan dengan hafalan. Sehingga, perhatian utama dalam nyanyian tersebut dalah teks lagu.
Kefasihan berpidato dan menghafal Al-Quran sangat diperhatikan dalam budaya Arab. Karenanya, mulai dibentuk nyanyian kasidah dengan berbagai tema seperti keindahan alam, peristiwa politik, pengalaman religius, dan cerita tradisi klasik pra Islam.
b.    Musik Rakyat
Banyak musik tradisi rakyat yang dapat ditemukan di sepanjang daerah Arab. Musik negara-negara jazirah Arab yang kaya dengan permainan drum, menunjukkan hubungannya yang luas dengan pedagang dari Afrika. Tradisi Gnawa dari Maroko, mengambil nama dari para budak Guinean yang dibawa ke Maroko dari Afrika Barat. Musik Nubian di Mesir menggambarkan musik arab yang unik dengan sistem nada pentatonik dan irama khusus.
c.    Nyanyian Populer
Musik Arab popuer merupakan perpaduan dari kedua ragam musik di atas. Keyboard elektrik yang disesuaikan dengan maqamat mengiringi para penyanyi di dalam penampilannya. Drum dan irama musik rakyat menjadi bagian paling pokok dalam pertunjukan musik yang sebagian besar dilakukan oleh kaum muda. Dalam hal lirik lagu, penyanyi berusaha untuk mempertahankan tradisi mereka sesuai dengan gaya dan bahasanya.

3.    Sistem Nada
4.     
Musik Arab memiliki ciri khas yang berbeda dengan musik lainnya. Musiknya secara umum sangat kaya akan melodi sehingga memberi nuansa halus dan kesempatan untuk membuat berbagai variasi. Cara berolah musiknya sering memakai variasi dan improvisasi dengan dasar melodi sebelumnya. Cara ini disebut maqamat. Melodi lagu terdiri atas sejumlah variasi melodi (sekitar 52 variasi). Nada-nada yang dipakai secara umum lebih banyak daripada yang dikenal dalam musik Barat. Di antaranya terdapat nada-nada yang memiliki jarak interval yang sangat kecil (microtones).
Struktur pola ritme musik Arab cukup kompleks, tidak berdasarkan pola birama yang pasti dan konstan seperti musik barat (2/4, 3/4, 6/8), atau disent nonmetris. Dalam permainan musiknya terdapat sekitar 48 pukulan dan secara khas sudah meliputi dum (ketukan beraksen, tesis), taks (ketukan tak beraksen, arsis), dan tanda diam atau istirahat.

           4. Instrumen Musik
      Instrumen musik yang dipakai dalam musik Arab di                       antaranya:
a.    Ud dan Lute, sebuah prototipe dari kecapi Eropa
b.    Nay, sejenis flute
c.    Perkusi (kettle drum, frame drum, dan drum berbentuk jam pasir)
d.    Rababah/rebab, sebuah prototipe dari biola Eropa
e.    Mizmar, instrumen musik Mesir
f.      Mijwiz, insrumen musik Lebanon
g.    Santur, sejenis sitar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;